Minggu, 25 Desember 2016

JENIS KALIMAT BERDASARKAN BENTUK SINTAKSIS

REVIEW JENIS KALIMAT BERDASARKAN BENTUK SINTAKSIS

Disusun Untuk Tugas Mata Kuliah Sintaksis
Dosen Pengampu Endang Rahmawati, S.Pd., M.Pd.

Di susun oleh :
Kelompok 1
1.              Slafi Aji Bayu Nur’alim          
2.              Nurul Yuana Ningtiyas           
3.              Nur Syamsiyah                        
4.              Tri Priyani                             
5.              Fauzi Nur Bani                       
6.              Novita Nurul Halimah            
7.              Annisah Nur Hidayati           
8.              Arifah Lutfiani                  

TADRIS BAHASA INDONESIA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2016

1.    Kalimat Deklaratif
Kalimat deklaratif merupakan kalimat yang isinya menyampaikan pernyataan kepada orang lain. Kalimat ini tidak memerlukan jawaban baik secara lisan maupun tindakan.
Contoh:
Tindak kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah, malah akan memunculkan masalah-masalah baru.
Dilihat dari penggunaannya, kalimat deklaratif ini dapat dibedakan menjadi:
1)      Hanya untuk menyampaikan informasi faktual berdasarkan alam sekitar dan pengalaman penutur.
Contoh:
Ibu dosen kami masih muda.
Penyaluran dana BLT tidak berjalan lancar.
2)      Untuk menyatakan keputusan atau penilaian
Contoh:
Kami menyatakan terdakwa tidak bersalah.
Ibu dosen itu memang cantik sekali.
3)      Menyatakan perjanjian, peringatan, dan nasihat.
Contoh:
Kami harap anda mau menerima keputusan ini.
Kamu harus berhati-hati setibanya di Jakarta.
4)      Menyatakan ucapan selamat atas keberhasilan dan prihatin atas kemalangan.
Contoh:
Saya mengucapkan selamat atas keberhasilan Anda mencapai gelar profesor.
Saya ikut merasa sedih atas musibah yang Anda alami.
5)      Untuk memberi penjelasan, keterangan, atau perinci kepada seseorang.
Contoh:
Saya jelaskan pada Anda bahwa dia tidak bersalah.
Saya terangkan bahwa beliau tidak terlibat dalam kasus korupsi.
2.    Kalimat Imperatif
kalimat imperatif merupakan kalimat yang meminta pendengar atau pembaca melakukan suatu tindakan. Kalimat imperatif ini, dapat berupa kalimat perintah, kalimat imbuhan, dan kalimat larangan.
Kalimat perintah adalah kalimat yang mengharapkan adanya reaksi berupa tindakan fisik. Dapat dibedakan kalimat perintah tegas, biasa, dan halus.
Contoh:
Bersihkan!
Tembak!
1)      Kalimat perintah biasa yaitu dibentuk dari sebuah klausa berpredikat verba yang diberi partikel-lah, serta dengan menanggakan subjeknya.
Contoh:
-          Jagalah kebersihan!
2)      Kalimat halus merupakan kalimat yang dibentuk dengan menggunakan kata yang sopan.
Contoh:
-          Tolong sampaikan salam kepadanya!
3)      Kalimat larangan adalah kalimat yang mengharapkan tidak melakukan sesuatu. Kalimat ini, dapat dibagi menjadi tiga:
a.       Larangan tegas
b.      Larangan biasa
c.       Larangan halus.

3.    Kalimat Interogatif
Kalimat interogatif adalah kalimat yang mengharapkan adanya jawaban secara verbal. Jawaban ini dapat berupa pengakuan, keterangan, alasan atau pendapat dari pihak pendengar atau pembaca.
Contoh:
-          Siapa namamu?
-          Mengapa orang itu berlari?
-          Berapa harga minyak goreng sekarang?


Dilihat dari reaksi jawaban yang menerima, dibedakan adanya:
1)      Kalimat Interogatif meminta pengakuan, jawaban “iya” atau “tidak”, atau “ya” atau “bukan”.
Contoh:
-                  Suaminya guru SMP?
-                  Jawabannya: “ya, suaminya guru SMP”.
2)      Kalimat Interogatif yang meminta keterangan mengenai salah satu unsur (fungsi) kalimat.
Contoh:
-                  Apa isi peti itu?
Jawab:
-                  Buku atau
-                  Isi peti itu adalah buku.
3)      Kalimat Interogatif yang meminta alasan
Contoh:
-                  Mengapa kamu sering terlambat?
Jawab:
-                  Karena rumah saya jauh atau
-                  Karena sukar mencari kendaraan.
4)      Kalimat Interogatif yang meminta pendapat atau buah pikiran orang lain.
Contoh:
-                  Bagaimana cara kalian menyelamatkan diri?
Jawaban:
-                  Dengan menyogok petugas atau
-                  Dengan merusak pagar.
5)      Kalimat Interogatif yang menyuguhkan.
Contoh:
-                  Anda berasal dari Papua, bukan?
Jawaban:
-                  Mungkin atau Bukan, saya dari Ambon.
Sedangkan untuk keperluan lain, dapat dibagi menjadi empat, antara lain:
a.       Untuk menegaskan
b.      Untuk menyuruh
c.       Untuk mengejek
d.      Untuk menawarkan barang dagangan.
4.    Kalimat Ekslamatif (Interjektif).
Kalimat ekslamatif atau interjektif adalah kalimat untuk menyatakan emosi, seperti kagum, kaget, terkejut, marah, sedih, dan sebagainya. Kalimat interjektif disusun dari sebuah klausa diawali dengan kata seru, seperti wah, nah, aduh, ah, hah, alangkah, dan sebagainya.
Contoh:
-          “Hih, seramnya!” Kakak anak itu ketakutan.
-          “Wah, mahal sekali!” kata Ibu karena terkejut.
Catatan:
Kata seru seperti ayo dan lari biasanya digunakan dalam kalimat ajakan. Misal, ayo kita tinggalkan tempat ini, mari kita berangkat sekarang.











Daftar Pustaka

Chaer, Abdul. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).
Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar