REVIEW
JENIS KALIMAT BERDASARKAN BENTUK SINTAKSIS
Disusun Untuk
Tugas Mata Kuliah Sintaksis
Dosen Pengampu
Endang Rahmawati, S.Pd., M.Pd.
Di susun oleh :
Kelompok 1
1.
Slafi Aji Bayu Nur’alim
2.
Nurul Yuana Ningtiyas
3.
Nur Syamsiyah
4.
Tri Priyani
5.
Fauzi Nur Bani
6.
Novita Nurul Halimah
7.
Annisah Nur Hidayati
8.
Arifah Lutfiani
TADRIS
BAHASA INDONESIA
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2016
1. Kalimat
Deklaratif
Kalimat deklaratif
merupakan kalimat yang isinya menyampaikan pernyataan kepada orang lain.
Kalimat ini tidak memerlukan jawaban baik secara lisan maupun tindakan.
Contoh:
Tindak kekerasan tidak akan
menyelesaikan masalah, malah akan memunculkan masalah-masalah baru.
Dilihat dari penggunaannya, kalimat
deklaratif ini dapat dibedakan menjadi:
1) Hanya
untuk menyampaikan informasi faktual berdasarkan alam sekitar dan pengalaman
penutur.
Contoh:
Ibu dosen kami masih muda.
Penyaluran dana BLT tidak berjalan
lancar.
2) Untuk
menyatakan keputusan atau penilaian
Contoh:
Kami menyatakan terdakwa tidak
bersalah.
Ibu dosen itu memang cantik sekali.
3) Menyatakan
perjanjian, peringatan, dan nasihat.
Contoh:
Kami harap anda mau menerima keputusan
ini.
Kamu harus berhati-hati setibanya di
Jakarta.
4) Menyatakan
ucapan selamat atas keberhasilan dan prihatin atas kemalangan.
Contoh:
Saya mengucapkan selamat atas
keberhasilan Anda mencapai gelar profesor.
Saya ikut merasa sedih atas musibah
yang Anda alami.
5) Untuk
memberi penjelasan, keterangan, atau perinci kepada seseorang.
Contoh:
Saya jelaskan pada Anda bahwa dia
tidak bersalah.
Saya terangkan bahwa beliau tidak
terlibat dalam kasus korupsi.
2. Kalimat
Imperatif
kalimat imperatif
merupakan kalimat yang meminta pendengar atau pembaca melakukan suatu tindakan.
Kalimat imperatif ini, dapat berupa kalimat perintah, kalimat imbuhan, dan
kalimat larangan.
Kalimat perintah
adalah kalimat yang mengharapkan adanya reaksi berupa tindakan fisik. Dapat
dibedakan kalimat perintah tegas, biasa, dan halus.
Contoh:
Bersihkan!
Tembak!
1) Kalimat
perintah biasa yaitu dibentuk dari sebuah klausa berpredikat verba yang diberi
partikel-lah, serta dengan menanggakan subjeknya.
Contoh:
-
Jagalah kebersihan!
2) Kalimat
halus merupakan kalimat yang dibentuk dengan menggunakan kata yang sopan.
Contoh:
-
Tolong sampaikan salam kepadanya!
3) Kalimat
larangan adalah kalimat yang mengharapkan tidak melakukan sesuatu. Kalimat ini,
dapat dibagi menjadi tiga:
a. Larangan
tegas
b. Larangan
biasa
c. Larangan
halus.
3. Kalimat
Interogatif
Kalimat
interogatif adalah kalimat yang mengharapkan adanya jawaban secara verbal.
Jawaban ini dapat berupa pengakuan, keterangan, alasan atau pendapat dari pihak
pendengar atau pembaca.
Contoh:
-
Siapa namamu?
-
Mengapa orang itu berlari?
-
Berapa harga minyak goreng sekarang?
Dilihat dari reaksi
jawaban yang menerima, dibedakan adanya:
1) Kalimat
Interogatif meminta pengakuan, jawaban “iya” atau “tidak”, atau “ya” atau
“bukan”.
Contoh:
-
Suaminya guru SMP?
-
Jawabannya: “ya, suaminya guru SMP”.
2) Kalimat
Interogatif yang meminta keterangan mengenai salah satu unsur (fungsi) kalimat.
Contoh:
-
Apa isi peti itu?
Jawab:
-
Buku atau
-
Isi peti itu adalah buku.
3) Kalimat
Interogatif yang meminta alasan
Contoh:
-
Mengapa kamu sering terlambat?
Jawab:
-
Karena rumah saya jauh atau
-
Karena sukar mencari kendaraan.
4) Kalimat
Interogatif yang meminta pendapat atau buah pikiran orang lain.
Contoh:
-
Bagaimana cara kalian menyelamatkan diri?
Jawaban:
-
Dengan menyogok petugas atau
-
Dengan merusak pagar.
5) Kalimat
Interogatif yang menyuguhkan.
Contoh:
-
Anda berasal dari Papua, bukan?
Jawaban:
-
Mungkin atau Bukan, saya dari Ambon.
Sedangkan untuk keperluan lain, dapat
dibagi menjadi empat, antara lain:
a. Untuk
menegaskan
b. Untuk
menyuruh
c. Untuk
mengejek
d. Untuk
menawarkan barang dagangan.
4. Kalimat
Ekslamatif (Interjektif).
Kalimat ekslamatif
atau interjektif adalah kalimat untuk menyatakan emosi, seperti kagum, kaget,
terkejut, marah, sedih, dan sebagainya. Kalimat interjektif disusun dari sebuah
klausa diawali dengan kata seru, seperti wah, nah, aduh, ah, hah, alangkah, dan
sebagainya.
Contoh:
-
“Hih, seramnya!” Kakak anak itu ketakutan.
-
“Wah, mahal sekali!” kata Ibu karena
terkejut.
Catatan:
Kata
seru seperti ayo dan lari biasanya digunakan dalam kalimat ajakan. Misal, ayo
kita tinggalkan tempat ini, mari kita berangkat sekarang.
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses).
Jakarta: Rineka Cipta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar