Jumat, 10 Maret 2017

PUISI

Melodi Kisah Kasih

Mendekap kesunyian jiwa
Membeku di antara puing-puing masa lalu
Masih ingatkah kau dengan deklarasimu?
Deklarasi sang maha raja dewa dewi

Meski sesederhana cinta pragma
Tetapi bermakna samudra!
Di mana engkau dewi melodi?
Aku menunggumu dengan ikatan suci

Meski cinta ini tak setinggi gelagah
Namun tajamnya cinta seperti panah!
Menusuk ke dalam hati dengan serapah
Menjadi pemantik gejolak amarah!

Wahai sang dewi melodi
Paras wajahmu menuntunku bertekuk lutut denganmu
Aku sangat merindukanmu
Sampi ku lupa dengan takdirku

Hati ini, membahana menyambut kedatanganmu
Janganlah kau gusar untuk kembali ke tempat asalmu
Tepati deklarasimu dahulu!
Hinga aku tak dapat menolak kehadiranmu!

Engaku dewi!
Seperti sepucuk duri dalam daging
Bergegaslah kembali dalam deklarasimu
Atau
Atau, berkirailah engaku dari sini!
Slafi Bayu

Klaten

Puisi

Ditimang Alun Asmara

Aku kena si bengang
Tak tahu harus mengadu
Ku coba melenyapkan kau dalam pikiran ini
Usaha ini tidak pernah bersahabat, selalu dan selalu menggantang asap

Lenyaplah sudah kau di ujung pandangan
Kenapa kau berjantung pisang!
Oh, Binta[WU1] 
Binta, Binta, Binta!

Kau telah mencepol hatiku
Tetapi kau membuangnya dengan hina
Atas dasar dari apa kau berpaling?
Ataukah diri kau lupa,
Lupa dengan janji-janji gombal kau dulu

Di mana jiwa setia kau Binta?
Atau hanya omong kosong kau belaka
Kau telah berduta!
Kau telah menista!
Apa yang hendak kau cari kini?

Mungkin hanya aku yang sering melamunkan kau
Ya, hanya aku saja!
Terlalu bodoh aku menaruh hidup dengan kau
Ya, hidup ini ada rotan ada duri
Begitupun dengan ikatan ini
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas
Ingatlah
Ingatlah itu wahai Bintaku
Slafi Aji Bayu
Klaten





 [WU1]Binta= Akronim dari nama seseorang perempuan berparas cantik dari Kab. Boyolali.